logo efishery retina colored
bibit ikan bawal

Bibit ikan bawal adalah salah satu hal krusial dalam bisnis budidaya ikan bawal. Tanpa bibit bawal yang bagus dan berkualitas tinggi, persentase keberhasilan budidaya ikan bawal akan menjadi kecil.

Meski begitu, belum banyak Pembudidaya yang tertarik untuk memulai bisnis budidaya bibit bawal. Kebanyakan Pembudidaya lebih tertarik dengan usaha pembesarannya. Padahal bisnis bibit bawal tidak kalah menguntungkan jika dibandingkan dengan bisnis pembesarannya.

Yuk, baca artikel ini untuk mengetahui peluang serta analisis bisnis bibit bawal!

Prospek Bisnis Bibit Ikan Bawal

bisnis bibit ikan bawal
Sumber: Abah Tani

Sudah menjadi rahasia umum jika ikan bawal air tawar memiliki rasa daging yang gurih dan enak. Bahkan sejumlah Pembudidaya yang sebelumnya membudidayakan jenis ikan tawar lain beralih untuk membudidayakan bawal air tawar karena potensinya yang lebih menguntungkan. 

Tidak hanya karena kelezatannya, hal yang membuat mereka beralih untuk membudidayakan bawal air tawar adalah makin melambungnya harga pakan ikan. Hal ini dikarenakan ikan bawal adalah ikan omnivora yang bisa memakan pakan alami dengan harga lebih terjangkau.

Kebutuhan akan bibit bawal air tawar jadi meningkat karena makin banyak Pembudidaya yang beralih untuk membudidayakannya. Bahkan, di Provinsi Sulawesi Tenggara hanya terdapat 2 unit penyediaan bibit ikan bawal. Permintaan akan bibit bawal yang banyak dan persediaannya yang terbatas membuat harga bibit bawal semakin meningkat. 

Keterbatasan ini membuka peluang yang sangat lebar bagi Bapak/Ibu yang ingin memulai bisnis bibit bawal. Permintaan Pembudidaya bawal terhadap bibit bawal yang banyak akan sangat memudahkan Bapak/Ibu menjual bibit hasil pembibitan dengan harga yang bagus.

Jadi, apa Bapak/Ibu tertarik untuk memulai bisnis budidaya bibit ikan bawal? Jika ya, pelajari analisis bisnisnya, yuk!

Baca Juga: Cara Memulai hingga Memasarkan Hasil Budidaya Ikan Bawal

Analisis Bisnis Bibit Ikan Bawal

Bak fiberglass adalah hal yang sangat penting dalam pembibitan ikan bawal. Induk ikan bawal yang siap untuk proses pembibitan akan dipijah di bak fiberglass sampai bertelur.

Untuk proses pembibitan ini, rasio perbandingan induk betina dan jantan adalah 1:2. Jadi, akan ada 1 induk bawal betina untuk setiap 2 induk jantan. Dari 1 induk betina tersebut, jumlah rata-rata telur yang akan dihasilkan adalah 400 telur.

Berbeda dengan ikan lainnya, proses pembibitan ikan bawal dilakukan dengan injeksi hormon. Jadi, hormon bawal jantan nantinya akan disuntikkan ke bawal betina dengan menggunakan alat suntik.

Ketika induk bawal betina sudah bertelur di bak fiberglass, keberadaan blower di bak sangat dibutuhkan untuk membuat telur tetap hidup dan mengapung. Saat telur sudah menetas, telur ditempatkan di bak lain dengan blower yang tetap menyala.

Proses penetasan telur ini biasanya berlangsung selama 14 hari. Namun agar harga jualnya lebih tinggi, Bapak/Ibu bisa juga melakukan pendederan bibit bawal.

Pendederan adalah proses pembesaran bibit sampai ukuran yang aman untuk dibudidayakan di media pembesaran. Pendederan membutuhkan waktu selama kurang lebih 21 hari. Jika digabung dengan proses pembibitan, waktu yang Bapak/Ibu butuhkan untuk menjual bibit gurame yang siap untuk dibesarkan adalah 35 hari.

Untuk mengetahui rincian modal yang digunakan untuk membeli alat yang dibutuhkan selama proses pembibitan, lihat tabel di bawah!

Tabel Modal Awal Budidaya Bibit Ikan Bawal

No. Barang Jumlah Harga Satuan
(Rp)
Total Harga
(Rp)
1. Bak Fiberglass 1 450.000 450.000
2. Blower Kecil 1 400.000 400.000
3. Induk Bawal 15 100.000 1.500.000
4. Alat Suntik Hormon 5 10.000 50.000
5. Kolam Terpal Pemijahan 1 150.000 150.000
  Total: 2.550.000

Dari tabel di atas, dapat kita ketahui modal primer yang dibutuhkan dalam proses pembibitan 5 induk bawal betina dan 10 induk bawal jantan adalah Rp2.550.000. Dalam sekali proses pembibitan, 1 ekor induk betina bisa menghasilkan 400 bibit bawal. Jika dikalikan 5, totalnya adalah 2.000 bibit bawal.

Biasanya, harga bibit bawal di pasar adalah Rp2.000. Berarti, dalam sekali panen Bapak/Ibu bisa mendapatkan omzet senilai Rp4.000.000.

Jika dikurangi modal yang sebesar Rp2.550.000, Bapak/Ibu bisa mendapat keuntungan Rp1.450.000 per sekali panen. Ditambah, modal yang Bapak/Ibu gunakan untuk membeli alat-alat di atas bisa Bapak/Ibu gunakan kembali untuk pembibitan berikutnya. Sangat menggiurkan bukan?

Baca Juga: 5 Jenis Ikan Bawal yang Untung Dibudidayakan

Ciri-Ciri Bibit Ikan Bawal yang Bagus

ciri ciri bibit ikan bawal
Sumber: Kompas

Setelah bibit ikan bawal berhasil dipanen, saatnya Bapak/Ibu menyeleksi bibit untuk dijual. Penyeleksian bibit bertujuan untuk memisahkan bibit yang kurang unggul dari yang unggul karena bibit yang boleh sampai ke Pembudidaya untuk pembesaran hanyalah bibit unggul.

Jika nantinya Pembudidaya mendapati bibit kurang unggul yang dibeli dari Bapak/Ibu, budidaya mereka akan gagal. Mereka pun akan kapok untuk membeli bibit lagi di Bapak/Ibu. Maka dari itu, sebelum menjual bibit bawal, yuk ketahui ciri-ciri bibit bawal bagus dan unggul berikut!

1. Nafsu Makan yang Tinggi

Salah satu ciri bibit bawal yang sehat adalah nafsu makannya yang tinggi. Hal ini sudah menjadi jaminan bahwa saat nantinya bibit dibudidayakan di kolam pembesaran, nafsu makannya juga akan sangat tinggi sehingga pertumbuhannya juga cepat.

2. Kondisi Tubuh yang Baik

Selain nafsu makannya yang tinggi, tanda bibit bawal yang unggul bisa juga dilihat dari kondisi tubuhnya. Untuk mengetahuinya, Bapak/Ibu cukup meraba tubuh bawal menggunakan jari tangan.

Bila bawal terasa halus dan lentur, berarti bibit tersebut masih muda. Namun, bila terasa kasar dan tidak lentur, berarti bibit tersebut sudah tua dan sulit untuk tumbuh dengan baik.

3. Anggota Tubuh yang Lengkap

Kelengkapan anggota tubuh ikan juga bisa dijadikan indikator keunggulan bibit. Melalui pengamatan, akan mudah diketahui apakah bibit memiliki tubuh yang normal atau tidak.

Bila normal, pertumbuhan bibit akan cepat karena bibit tersebut tidak harus mengalihkan energi untuk memperbaiki cacat tubuhnya. Hal ini akan membuat semua zat makanan yang diserap bibit bawal hanya akan digunakan untuk pertumbuhan.

4. Sisik yang Rapi

Pengamatan terhadap sisik bibit bawal juga bisa dilakukan untuk mengetahui bibit yang unggul. Bibit bawal dengan sisik yang rapi dan teratur adalah bibit bawal dengan kualitas unggul. Sebaliknya, sisik yang terlihat tidak rapi dan tidak teratur di tubuh bibit bawal adalah tanda dari bekas luka.

Bibit bawal yang unggul idealnya tidak boleh mengalami luka, baik itu di organ sirip maupun organ lainnya, seperti tutup insang dan kepala. Sekecil apapun luka tersebut tetap berpengaruh pada pertumbuhan bibit pada saat pembesaran.

Baca Juga: 7 Makanan Ikan Bawal agar Cepat Besar dan Sukses Panen!

Kembangkan Bisnis Pembibitan Ikan Bawal dengan eFisheryKu!

Jika dilihat dari analisis dan peluang bisnis bibit bawal di atas, bisnis bibit tidak kalah menguntungkan jika dibandingkan dengan bisnis pembesaran. Namun, Bapak/Ibu harus selalu melakukan upaya untuk meraih keuntungan maksimal dalam pembibitan ikan bawal agar tidak merugi.

Untuk meraih keuntungan maksimal, segala aspek dalam proses pembibitan pun harus diperhatikan dengan sedetail mungkin. Maka dari itu, Bapak/Ibu membutuhkan aplikasi eFisheryKu untuk melancarkan dan mengembangkan bisnis pembibitan ikan bawal. eFisheryKu adalah aplikasi dari eFishery yang menjadi andalan Pembudidaya di Indonesia karena bisa memudahkan segala aspek budidaya.

Ingin Informasi Lebih Detail Tentang Produk?

Isi data diri Bapak/Ibu di formulir berikut ini. Tim kami akan segera menghubungi Bapak/Ibu melalui nomor handphone yang terlampir. Pastikan data yang diisi sudah benar.

Melalui fitur-fitur yang ada di aplikasi eFisheryKu, Bapak/Ibu bisa membeli pakan dengan lebih mudah, mendapatkan tips-tips seputar budidaya ikan, dan mengajukan pendanaan untuk mengembangkan budidaya. Menarik sekali, bukan?

Yuk, download eFisheryKu sekarang!

Related Post